Sabtu, 03 Maret 2012

Drama "Tidak Sendiri"


Tahu hal apa yang paling menjengkelkan di dunia ini ? Yaitu ketika kita tiba di rumah, dan tidak ada yang menyambut kita. Sepi, sangat sepi.
Ini adalah cerita tentang cewek yang pintar, tahu tentang agama, dan yang segala keinginannya dapat ia raih dengan uang yang dimiliki orang-tuanya. Ia tahu tentang banyak hal. Tapi, ia tidak memahaminya. Mungkin lebih tepatnya, ia tidak mau memahaminya. Ia terlanjur kecewa akan kehidupan yang ia jalani.
Adegan 1
Malam hari, di rumah Erlin.
Erlin : “ cepat ko masuk. ko bawa ji toh?”
Fira : “ nih.”
Erlin : (tersenyum) “ uangny sa sudah transfer mi.”
Fira : “ok” (menatap Erlin) “ sa masih heran. Bisanya, seorang Erlin Diah, cewek ke-2 terpintar di SMA Putri terfavorit dan alim doyan make”
Erlin : “ masa? Tidak ada yang tidak mungkin. Buktinya saya. Kan?”
Fira : “mungkin! Yah, sudah. Sa pulang mi nah.’
Erlin : “ ok. Dasar kurir.”
(tutup tirai)
Adegan 2
Di kamar Erlin.
Erlin : “( sedang menelan “barang” yang dibawa Fira) Akh…. (frustasi) liat Tuhan sa make lagi. (marah) knapa ko tidak ambil saya saja kah? Hah? Knapa? Saya belum terlihat menderita? Saya sudah sangat menderita. Sangat amat menderita. (jeda) (mencoba tertawa)…. Hahaha… selalu begini…  ceritakan mimpimu, agar Tuhan tertawa… puas?? (berteriak) Akh….”
(tutup tirai)
Adegan 3
Di sekolah, adalah saat Erlin harus terlihat baik. Agar mereka tidak tahu bagaimana sebenarnya kebiasaan Erlin yang sangat mencengangkan.
Selama proses belajar-mengajar, Erli selalu beradu kepintaran dengan sang juara satu,  Cantika Rahma.ia tidak dapat memperlihatkan kemuakkannya terhadap Tika. Ia harus berpura-pura menjadi teman Tika yang baik hati.
Jam pelajaran sejarah.
Pak guru : “jadi, siswi sekalian. Amerika Serikat dan Uni Soviat adalah dua negara adidaya baru setelah perang dunia dua. Kedua nagara tersebut saling bersaing untuk memperluas pengaruhnya kepada negara lain untuk dijadikan sekutu. Salah satu negara yang terpengaruh adalah Korea. Karena itu Korea terbagi menjadi dua Negara. Korea Selatan dan Korea Utara. Ada awalnya, kedua Negara tersebut aman-aman saja dengan batasan Negara masing-masing. Namun, setelah Uni Soviet berhasil menduduki Demokratik Korea dan mengirimkam senjatanya ke Korea Utara. Korea Utara pun melanggar perbatasan sekitar tahun 1949. Siapa yang tahu mengapa Korea Utara melakukan hal tersebut?
(Erlin dan Tika mengajukan tangan)
Pak guru : “ya! Tika.”
Tika : “selain karena Korut telah memiliki persediaan senjata yang cukup dari Negara Uni Soviet. Dengan alasan untuk menyatukan kembali Korea, menurut saya, itu adalah akal-akalan Uni Soviet dan Korut untuk memperluas pengaruh Negara Komunis.”
Pak guru : “bagus sekali. dan perlu diketahui, bahwa sekarang Korsel telah bergabung dengan KTT bersama-sama dengan Jepang dan China. Yang disebut dengan KTT 3 PLUS. Sekarang masalah yang sedang dibahas adalah cara untuk menyatukan kembali Korea. Bagaimana menurut kalian, apakah alasannya masih sama?
(Erlin mengajukan tangan)
Pak guru : “ya. Erlin”
(bel berbunyi. Teng …teng..)
Pak guru : “bapak rasa pendapat kamu bisa ditampung dulu Erlin.  Ya, sudah. Sampai jumpa pertemuan selanjutnya.”
(tutup tirai)
Adegan 4
Jam istirahat.
Tika : “(mengagetkan dari belakang) yah, Erlin. Ke kantin nyo?”
Erlin : “ ayo (tersenyum)”
(tidak jauh Riri menatap mereka berdua dengan sinis)
(Erlin dan Tika berajalan ke luar. Riri yang berada dekat pintu senjalan menabrak Tika)
Tika : “Auww..”
Erlin : “ Ri, kalau jalan pake mata dong.”
Riri : “jalan kok pake mata. Maaf, tapi saya jalannya pake kaki. (tersenyum sinis)”
Erlin : “susah ya bicara ama orang yang terlalu logis.”
Riri : “makasih”
Tika : “sudah mi. kita ke kantin mi Erlin.”
(Tika dan Erlin ke kantin)
Riri : “(tertawa sinis) hahaha… pasangan yang serasi. Pintar.huh, Memuakkan.”
(tutup tirai)
Adegan 5
Pulang sekolah.
Fira : “ (mendekati Erlin) Lin, besok sa kasihnya di sekolah saja nah. Soalnya kalo malam banyak tmpat yang mo sa antarkan.”
Erlin : “ok. Dasar kurir. Tapi, klu ada apa-apa. Nyawamu di ujung tanduk nah.”
Fira : “tenang. Aman kok. Dadah (meninggalkan Erlin)”
(handphone Erlin berdering)
Erlin : “(tersenyum) halo, Mah? (murung) tidak bisa pulang hari ini yah?? Klu Papah? Masa yah!! Ya, udah see ya.”
(tutup tirai)
Adegan 6
Di kamar Erlin.
Erlin : “thank you. (marah sambil menulis) sialan,,,sialan,,sialan,,,, selalu begini. SELALU SAMA .SHIT… AHK….hahaha… hidup untuk uang. Uang, uang dan uang. Cari saja terus itu uang. Kalian cari sampe mati. What fucking freak they do!” (tertidur)
Adegan 7
Di sekolah. Seblum pelajaran di mulai.
Fira : “ (mendekati Erlin) Erlin, sa bawa. Ada di tasku.”
Erlin : “sini mi. ko bawa dengan tasmu.”
Fira : (memasukkan bungkusan kecil ke dalam tas Erlin)
Erln : “thanks”
(tutup tirai)
Adegan 8
Jam pelajaran matematika.
Pak guru : “ tulis soal. Tentukan nilai maksimum fungsi objektif 3x +2y pada sistem pertidaksamaan; x + 2y ≤ 18, 2x + y..”
(tiba-tiba datang anggota OSIS)
Eki : “maaf Pak mengganggu. Kita mau sweeping dulu, Pak.”
Pak guru : “nda apa-apa. Silahkan”
Eki : “(berbicara ke siswi-siswi) duduk di meja semua.”
(Erlin dan Fira panik)
(Erlin langsung mengambil bungkusan itu dan mmasukkannya ke dalam tas Tika yang menjadi teman sebangkunya)
(Riri melihat gerak-gerik Erlin yang mencurigakan)
(Eki mulai memeriksa semua tas. Dan Eki pun memeriksa tas Tika)
Eki : “(heran) apa ini ? (membuka bungkusan itu) inikan!”
Tika : “(terkejut)haahhh?!?”
(pak guru mendekat)
Pak guru : “(terkejut) Tika!”
(tutup tirai)
Adegan 9
Di ruang guru, Tika menghadap ke wali kelasnya.
Tika : “bukan saya Pak yang punya barang itu. Sumpah pak (menangis). Sumpah..”
Wali kelas : “iya, Bapak percaya. Tapi, kamu ingat tidak siapa yang sempat pegang tas kamu atau apalah ?”
Tika : “tidak, Pak. (wajah memelas)”
Wali kelas : “kalau begitu nanti bapak selidiki lebih lanjut.kembali mi ke kelas.”
Tika : “iya, pak.”
(tutup tirai setengah)
Erlin yang mencuri dengar dari luar kesal dengan keputusan yang dibuat oleh Pak Guru.
Erlin : (geram)
(tutup tirai)
Adegan 10
Di koridor.
Siswi-siswi yang mengetahui hal yang dialami Tika, merasa jijik melihat Tika.
Eki : “(mendekati Tika) wuihhh, ternyata orang pintar, sifatnya mengerikan yah! Sadisnya pwa, bawa narkoba kok ke sekolah. Ck. Mo make ato mo ngedar? Tapi, kayaknya mo ngedar deh. Tenang Tik, saya tau kok kondisi keluargamu (tersenyum sinis)”
Fira : “wah wah,, ternyata ada juga yah malaikat bertanduk iblis. Tumben ko bego. Ngedar kok di sekolah. (pura-pura tidak tahu)“
Erlin : “ternyata sa salah pilih teman (berakting). Sa kecewa (meninggalkan Tika)”
Tika hanya dapat menunduk menahan hinaan. Bahkan, teman yang ia anggap tidak akan menghinanya pun, Erlin, kecewa terhadapnya. Riri yang melihat kejadian itu menarik pergi Tika.
(tutup tirai)
Adegan 11
Di taman sekolah.
Riri : “(menghela napas) ok. Sa tidak suka liat kau dibeginikan. Lagipula dari awal sa tidak suka itu anak.”
Tika : “maksudmu?”
Riri : “sa tau sapa yang taruh itu narkoba di tasmu.”
Tika : “hah? Sapa?”
Riri : “jangan kaget nah. Erlin.”
Tika : “ hah? Nda mungkin lah. Masa Erlin punya barang begituan.”
Riri : “yah sudah klu tidak percaya. Tapi, tadi sa liat dia taruh bungkusan didalam tasmu waktu ada sweeping. Sa tidak tau kalo ternyata itu narkoba.”
Tika : “tapi kan,,,”
Riri : “ tapi kenapa? Dia alim? Baik? Iyo, tapi munafik! Ko pikir pi. Teman sebangkumu siapa? Yang paling memungkinkan sentuh tasmu siapa? Erlin kan?”
Tika : “tidak mungkin… (bingung dan sedih) tidak mungkin kan dia yang simpan..”
Riri : “yah sudah kalo tidak percaya.”
Tika : “sa harus tanya…”
Riri : “Tika,,Tika,,, mana ada sih maling yang mo ngaku.”
Tika : “tau beh…(pergi mencari Erlin)”
(tutup tirai)
Adegan 12
Di kelas. Dengan tiba-tiba Tika menghampiri Erlin.
Tika : “Lin, kau yang simpan itu narkoba di tasku?”
Erlin : “(tampang sok heran) hah? Sapa yang bilang?”
Tika : “Riri”
Erlin : “hahaha…ko percaya Riri. Wauuww ..”
(Riri tiba-tiba masuk ke kelas)
Riri : “memang kau yang taruh yah..(kesal)”
Erlin : “sejak kapan ko suka ikut campur urusan orang lain, Ri? Perasaan ko tidak suka sama saya dengan Tika.”
Riri : “sama kau, iyo. Dari dulu sa muak liat tingkahmu. Sok baik! Najis. (sinis)”
Erlin : “apa buktinya kalo saya yang taruh itu narkoba?”
(Fira yang dari tadi memperhatikan, akhirnya ikut berbicara)
Fira : “iya Ri, apa buktinya?”
Riri : (terdiam. Masih kesal)
Fira : “yah, nggak bisa jawab. Berarti bukan Erlin dong yang taruh itu narkoba.kan?”
Riri : “ko lihat nanti (pergi keluar kelas)”
Fira : “kabur dia.”
(tutup tirai)
Adegan 13
Keesokan harinya. Di sekolah Tika menjadi bahan gunjingan di sekolah. Sepanjang koridor dan selama di kelas, Tika selalu dihina. Akhirnya, saat jam istirahat, Tika pergi ke taman belakang sekolah agar tidak mendengar hinaan teman-temannya.
Ternyata di taman belakang sekolah ada Erlin yang sedang menelepon.
Erlin : “sekarang kemana lagi Mah? Nggak bisa apa sehari aja di rumah. Skarang kemana? Ke Jakarta? Singapura? Jepang? Amrik? Kemana? Knapa nggak sekalian ke neraka aja sih? Supaya sa tau, tiadak aka nada yang kembali ke rumah. SELAMANYA!!! (menangis) SIALAN!!!! (menutup telepon)”
(Tika mendekati Erlin)
Tika : “Lin…”
Erlin : “(kaget dan jengkel) APA??? Pergi sana!!!”
(tutup tirai)
Adegan 14
Sudah berselang beberapa hari setelah ditemukannya narkoba di tas Tika. Namun, wali kelasnya belum juga mengetahui siapa yang tega menfitnah Tika.
Jam pelajaran Bahasa Indonesia. Hari ini Erlin terlihat kurang sehat. Sepertinya ia sudah ketergantungan.
Wali kelas : “yah, cara menulis esai bisa dilihat di LKSnya halaman 131. Esai adalah tulisan yang sangat pribadi tentang opini-opini sang penulis yang sesuai dengan karakter sang penulis. Misalnya, (Alm) Mahbuh Djunaedi, ia dikenal sebagai…”
(Erlin merasa sangat kesakitan dan kedinginan. Ia langsung meminta izin ke UKS)
Erlin : “pak, izin ke uks, pak”
Wali kelas : “silahkan.”
(belum sampai di luar. Erlin sudah terjatuh di lantai)
(wali kelas dan teman-teman menghampiri Erlin)
(tutup tirai)
Adegan 15
Di rumah sakit.
Wali kelas : “apa dok? Kecanduan?”
Dokter : “iya, pak. Tubuhnya sudah makin sulit melawan zat-zat kimia yang masuk ke tubuhnya. Sehingga daya tahan tubuhnya makin berkurang. Dan kalau anak tersebut tidak menjalani rehabilitasi. Dikhawatirkan ia akan mengalami over dosis.”
Wali kelas : “tapi, tidak mungkinkan anak itu make dok!”
Dokter : “tapi kenyataannya memang begitu pak”
(tutup tirai setengah)
(sementara itu, Tika yang mencuri dengar pembicaraan tersebut, kaget dengan pendengarannya)
Tika : “(menghela napas) jadi,,, Erlin yang taruh narkoba di tasku? (kaget)
(tutup tirai)
Adegan 16
Di ruangan Erlin.
(Tika tiba-tiba masuk ke ruangan Erlin. Ia ingin memastikan satu hal. Melihat Erlin masih tertidur, Tika mengambil tas Erlin dan memeriksanya. Ia tidak menemukan narboka dialamnya. Tapi, ia menemukan diarinya Erlin. Tika langsung membaca diari itu)
(rekaman suara Erlin membaca diarinya)
Tika : (merasa sedih memahami rasa kesepian Erlin yang Erlin alami selama ini)
(Erlin terbangun)
Erlin : “(kaget melihat Tika) ko ngapain disini? (marah) ah, ko sudah tau mi toh kalo saya yang taruh itu narkoba? Ko kaget? Ko mau marah?”
Tika : “Lin, maaf Lin (menangis)”
Erlin : “(kaget melihat diari yang dipegang Tika) siapa suruh ko baca? Hah? Pergi ko…pergi (teriak)”
(tutup tirai)
Adegan 17
Keesokan harinya. Di kelas.
Riri : “(mengajukan tangan) pak, jadi Erlin dinyatakan keluar?”
Wali kelas : “hal itu sedang dibahas”
(mendengar hal tersebut, Tika langsung angkat bicara)
Tika : “pak, Erlin melakukan hal tersebut karena dia punya alasan tersendiri. Asal teman-teman sekalian tahu. Walaupun kaya, Erlin tidak pernah mendapat kasih-sayang dari orang-tuanya. Dia selalu merasa kesepian. Tapi dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Jadi, saya harap kalian mau mengerti.”
Riri : “(mulai memahami situasi) ok, kalau begitu teman-teman sebentar kita jenguk Erlin di rumah sakit. Gimana?”
(yang lain pun mengiyakan, karena merasa kasian sama Erlin)
Wali kelas : (merasa senang, karena meereka dapat memahami satu sama lain)
(tutup tirai)
Adegan 18
Di rumah sakit.
Erlin : (sedih) it’s totally complete. Rumah dan sekolah sama. Tidak ada yang peduli sama saya. Tuhan, sa mohon, ambil mi saya.. sa mohon dengan sangat.”
(tiba-tiba Erlin mendengar suara ribut-ribut dari luar)
Tika : “Erlin,, (tersenyum) tunggu nah… woi masuk mi.”
(teman-teman yang lain pun masuk)
Teman-teman : “hai, Erlin”
(mereka bertegur sapa dengan Erlin dan memberi semangat pada Erlin agar cepat sembuh)
(Erlin merasa bahagia mengetahui bahwa dirinya masih diperhatikan oleh orang lain)
(tutup tirai)
Adegan 19
Beberapa hari kemudian. Di taman rumah sakit.
Erlin : “makasih ya ,Ti.”
Tika : “untuk?”
Erlin : “untuk semua. Untuk menyadarkan saya, kalau saya itu berharga, saya tidak sendiri,dan saya tidak perlu takut sendiri, karena pasti ada yang perhatikan saya.”
Tika : “iya. Tapi ada imbalannya.”
Erlin : “hah? Apa?”
Tika : “gampang kok. Cepat sembuh aja. Sa bosan belah ke rumah sakit terus. Hehehe (cengingisan)”
Erlin : “siap, bos”
Tahu hal yang paling menyenangkan di dunia ini? Yaitu, ketika kita tahu bahwa kita tidak akan pernah benar-benar sendiri. Karena pada kenyataannya, akan selalu ada orang-orang yang memperhatikan kita.
-selesai-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar