Tahu hal apa yang paling menjengkelkan di dunia ini
? Yaitu ketika kita tiba di rumah, dan tidak ada yang menyambut kita. Sepi,
sangat sepi.
Ini adalah cerita tentang cewek yang pintar, tahu
tentang agama, dan yang segala keinginannya dapat ia raih dengan uang yang
dimiliki orang-tuanya. Ia tahu tentang banyak hal. Tapi, ia tidak memahaminya.
Mungkin lebih tepatnya, ia tidak mau memahaminya. Ia terlanjur kecewa akan
kehidupan yang ia jalani.
Adegan 1
Malam hari, di rumah Erlin.
Erlin : “ cepat ko masuk. ko bawa ji toh?”
Fira : “ nih.”
Erlin : (tersenyum) “ uangny sa sudah transfer mi.”
Fira : “ok” (menatap Erlin) “ sa masih heran.
Bisanya, seorang Erlin Diah, cewek ke-2 terpintar di SMA Putri terfavorit dan
alim doyan make”
Erlin : “ masa? Tidak ada yang tidak mungkin.
Buktinya saya. Kan?”
Fira : “mungkin! Yah, sudah. Sa pulang mi nah.’
Erlin : “ ok. Dasar kurir.”
(tutup tirai)
Adegan 2
Di kamar Erlin.
Erlin : “( sedang menelan “barang” yang dibawa Fira)
Akh…. (frustasi) liat Tuhan sa make lagi. (marah) knapa ko tidak ambil saya
saja kah? Hah? Knapa? Saya belum terlihat menderita? Saya sudah sangat
menderita. Sangat amat menderita. (jeda) (mencoba tertawa)…. Hahaha… selalu
begini… ceritakan mimpimu, agar Tuhan
tertawa… puas?? (berteriak) Akh….”
(tutup tirai)
Adegan 3
Di sekolah, adalah saat Erlin harus terlihat baik.
Agar mereka tidak tahu bagaimana sebenarnya kebiasaan Erlin yang sangat
mencengangkan.
Selama proses belajar-mengajar, Erli selalu beradu
kepintaran dengan sang juara satu,
Cantika Rahma.ia tidak dapat memperlihatkan kemuakkannya terhadap Tika.
Ia harus berpura-pura menjadi teman Tika yang baik hati.
Jam pelajaran sejarah.
Pak guru : “jadi, siswi sekalian. Amerika Serikat
dan Uni Soviat adalah dua negara adidaya baru setelah perang dunia dua. Kedua
nagara tersebut saling bersaing untuk memperluas pengaruhnya kepada negara lain
untuk dijadikan sekutu. Salah satu negara yang terpengaruh adalah Korea. Karena
itu Korea terbagi menjadi dua Negara. Korea Selatan dan Korea Utara. Ada
awalnya, kedua Negara tersebut aman-aman saja dengan batasan Negara
masing-masing. Namun, setelah Uni Soviet berhasil menduduki Demokratik Korea
dan mengirimkam senjatanya ke Korea Utara. Korea Utara pun melanggar perbatasan
sekitar tahun 1949. Siapa yang tahu mengapa Korea Utara melakukan hal tersebut?
(Erlin dan Tika mengajukan tangan)
Pak guru : “ya! Tika.”
Tika : “selain karena Korut telah memiliki
persediaan senjata yang cukup dari Negara Uni Soviet. Dengan alasan untuk
menyatukan kembali Korea, menurut saya, itu adalah akal-akalan Uni Soviet dan
Korut untuk memperluas pengaruh Negara Komunis.”
Pak guru : “bagus sekali. dan perlu diketahui, bahwa
sekarang Korsel telah bergabung dengan KTT bersama-sama dengan Jepang dan
China. Yang disebut dengan KTT 3 PLUS. Sekarang masalah yang sedang dibahas
adalah cara untuk menyatukan kembali Korea. Bagaimana menurut kalian, apakah
alasannya masih sama?
(Erlin mengajukan tangan)
Pak guru : “ya. Erlin”
(bel berbunyi. Teng …teng..)
Pak guru : “bapak rasa pendapat kamu bisa ditampung
dulu Erlin. Ya, sudah. Sampai jumpa
pertemuan selanjutnya.”
(tutup tirai)
Adegan 4
Jam istirahat.
Tika : “(mengagetkan dari belakang) yah, Erlin. Ke
kantin nyo?”
Erlin : “ ayo (tersenyum)”
(tidak jauh Riri menatap mereka berdua dengan sinis)
(Erlin dan Tika berajalan ke luar. Riri yang berada
dekat pintu senjalan menabrak Tika)
Tika : “Auww..”
Erlin : “ Ri, kalau jalan pake mata dong.”
Riri : “jalan kok pake mata. Maaf, tapi saya
jalannya pake kaki. (tersenyum sinis)”
Erlin : “susah ya bicara ama orang yang terlalu
logis.”
Riri : “makasih”
Tika : “sudah mi. kita ke kantin mi Erlin.”
(Tika dan Erlin ke kantin)
Riri : “(tertawa sinis) hahaha… pasangan yang
serasi. Pintar.huh, Memuakkan.”
(tutup tirai)
Adegan 5
Pulang sekolah.
Fira : “ (mendekati Erlin) Lin, besok sa kasihnya di
sekolah saja nah. Soalnya kalo malam banyak tmpat yang mo sa antarkan.”
Erlin : “ok. Dasar kurir. Tapi, klu ada apa-apa.
Nyawamu di ujung tanduk nah.”
Fira : “tenang. Aman kok. Dadah (meninggalkan
Erlin)”
(handphone Erlin berdering)
Erlin : “(tersenyum) halo, Mah? (murung) tidak bisa
pulang hari ini yah?? Klu Papah? Masa yah!! Ya, udah see ya.”
(tutup tirai)
Adegan 6
Di kamar Erlin.
Erlin : “thank you. (marah sambil menulis)
sialan,,,sialan,,sialan,,,, selalu begini. SELALU SAMA .SHIT… AHK….hahaha…
hidup untuk uang. Uang, uang dan uang. Cari saja terus itu uang. Kalian cari
sampe mati. What fucking freak they do!” (tertidur)
Adegan 7
Di sekolah. Seblum pelajaran di mulai.
Fira : “ (mendekati Erlin) Erlin, sa bawa. Ada di
tasku.”
Erlin : “sini mi. ko bawa dengan tasmu.”
Fira : (memasukkan bungkusan kecil ke dalam tas
Erlin)
Erln : “thanks”
(tutup tirai)
Adegan 8
Jam pelajaran
matematika.
Pak guru : “ tulis soal. Tentukan nilai maksimum
fungsi objektif 3x +2y pada sistem pertidaksamaan; x + 2y ≤ 18, 2x + y..”
(tiba-tiba datang anggota OSIS)
Eki : “maaf Pak mengganggu. Kita mau sweeping dulu,
Pak.”
Pak guru : “nda apa-apa. Silahkan”
Eki : “(berbicara ke siswi-siswi) duduk di meja
semua.”
(Erlin dan Fira panik)
(Erlin langsung mengambil bungkusan itu dan
mmasukkannya ke dalam tas Tika yang menjadi teman sebangkunya)
(Riri melihat gerak-gerik Erlin yang mencurigakan)
(Eki mulai memeriksa semua tas. Dan Eki pun
memeriksa tas Tika)
Eki : “(heran) apa ini ? (membuka bungkusan itu)
inikan!”
Tika : “(terkejut)haahhh?!?”
(pak guru mendekat)
Pak guru : “(terkejut) Tika!”
(tutup tirai)
Adegan 9
Di ruang guru, Tika menghadap ke wali kelasnya.
Tika : “bukan saya Pak yang punya barang itu. Sumpah
pak (menangis). Sumpah..”
Wali kelas : “iya, Bapak percaya. Tapi, kamu ingat
tidak siapa yang sempat pegang tas kamu atau apalah ?”
Tika : “tidak, Pak. (wajah memelas)”
Wali kelas : “kalau begitu nanti bapak selidiki
lebih lanjut.kembali mi ke kelas.”
Tika : “iya, pak.”
(tutup tirai setengah)
Erlin yang mencuri dengar dari luar kesal dengan
keputusan yang dibuat oleh Pak Guru.
Erlin : (geram)
(tutup tirai)
Adegan 10
Di koridor.
Siswi-siswi yang mengetahui hal yang dialami Tika,
merasa jijik melihat Tika.
Eki : “(mendekati Tika) wuihhh, ternyata orang
pintar, sifatnya mengerikan yah! Sadisnya pwa, bawa narkoba kok ke sekolah. Ck.
Mo make ato mo ngedar? Tapi, kayaknya mo ngedar deh. Tenang Tik, saya tau kok
kondisi keluargamu (tersenyum sinis)”
Fira : “wah wah,, ternyata ada juga yah malaikat
bertanduk iblis. Tumben ko bego. Ngedar kok di sekolah. (pura-pura tidak tahu)“
Erlin : “ternyata sa salah pilih teman (berakting).
Sa kecewa (meninggalkan Tika)”
Tika hanya dapat menunduk menahan hinaan. Bahkan,
teman yang ia anggap tidak akan menghinanya pun, Erlin, kecewa terhadapnya.
Riri yang melihat kejadian itu menarik pergi Tika.
(tutup tirai)
Adegan 11
Di taman sekolah.
Riri : “(menghela napas) ok. Sa tidak suka liat kau
dibeginikan. Lagipula dari awal sa tidak suka itu anak.”
Tika : “maksudmu?”
Riri : “sa tau sapa yang taruh itu narkoba di
tasmu.”
Tika : “hah? Sapa?”
Riri : “jangan kaget nah. Erlin.”
Tika : “ hah? Nda mungkin lah. Masa Erlin punya
barang begituan.”
Riri : “yah sudah klu tidak percaya. Tapi, tadi sa
liat dia taruh bungkusan didalam tasmu waktu ada sweeping. Sa tidak tau kalo
ternyata itu narkoba.”
Tika : “tapi kan,,,”
Riri : “ tapi kenapa? Dia alim? Baik? Iyo, tapi
munafik! Ko pikir pi. Teman sebangkumu siapa? Yang paling memungkinkan sentuh
tasmu siapa? Erlin kan?”
Tika : “tidak mungkin… (bingung dan sedih) tidak
mungkin kan dia yang simpan..”
Riri : “yah sudah kalo tidak percaya.”
Tika : “sa harus tanya…”
Riri : “Tika,,Tika,,, mana ada sih maling yang mo
ngaku.”
Tika : “tau beh…(pergi mencari Erlin)”
(tutup tirai)
Adegan 12
Di kelas. Dengan tiba-tiba Tika menghampiri Erlin.
Tika : “Lin, kau yang simpan itu narkoba di tasku?”
Erlin : “(tampang sok heran) hah? Sapa yang bilang?”
Tika : “Riri”
Erlin : “hahaha…ko percaya Riri. Wauuww ..”
(Riri tiba-tiba masuk ke kelas)
Riri : “memang kau yang taruh yah..(kesal)”
Erlin : “sejak kapan ko suka ikut campur urusan
orang lain, Ri? Perasaan ko tidak suka sama saya dengan Tika.”
Riri : “sama kau, iyo. Dari dulu sa muak liat
tingkahmu. Sok baik! Najis. (sinis)”
Erlin : “apa buktinya kalo saya yang taruh itu
narkoba?”
(Fira yang dari tadi memperhatikan, akhirnya ikut
berbicara)
Fira : “iya Ri, apa buktinya?”
Riri : (terdiam. Masih kesal)
Fira : “yah, nggak bisa jawab. Berarti bukan Erlin
dong yang taruh itu narkoba.kan?”
Riri : “ko lihat nanti (pergi keluar kelas)”
Fira : “kabur dia.”
(tutup tirai)
Adegan 13
Keesokan harinya. Di sekolah Tika menjadi bahan gunjingan
di sekolah. Sepanjang koridor dan selama di kelas, Tika selalu dihina.
Akhirnya, saat jam istirahat, Tika pergi ke taman belakang sekolah agar tidak
mendengar hinaan teman-temannya.
Ternyata di taman belakang sekolah ada Erlin yang
sedang menelepon.
Erlin : “sekarang kemana lagi Mah? Nggak bisa apa
sehari aja di rumah. Skarang kemana? Ke Jakarta? Singapura? Jepang? Amrik?
Kemana? Knapa nggak sekalian ke neraka aja sih? Supaya sa tau, tiadak aka nada
yang kembali ke rumah. SELAMANYA!!! (menangis) SIALAN!!!! (menutup telepon)”
(Tika mendekati Erlin)
Tika : “Lin…”
Erlin : “(kaget dan jengkel) APA??? Pergi sana!!!”
(tutup tirai)
Adegan 14
Sudah berselang beberapa hari setelah ditemukannya
narkoba di tas Tika. Namun, wali kelasnya belum juga mengetahui siapa yang tega
menfitnah Tika.
Jam pelajaran Bahasa Indonesia. Hari ini Erlin
terlihat kurang sehat. Sepertinya ia sudah ketergantungan.
Wali kelas : “yah, cara menulis esai bisa dilihat di
LKSnya halaman 131. Esai adalah tulisan yang sangat pribadi tentang opini-opini
sang penulis yang sesuai dengan karakter sang penulis. Misalnya, (Alm) Mahbuh
Djunaedi, ia dikenal sebagai…”
(Erlin merasa sangat kesakitan dan kedinginan. Ia
langsung meminta izin ke UKS)
Erlin : “pak, izin ke uks, pak”
Wali kelas : “silahkan.”
(belum sampai di luar. Erlin sudah terjatuh di
lantai)
(wali kelas dan teman-teman menghampiri Erlin)
(tutup tirai)
Adegan 15
Di rumah sakit.
Wali kelas : “apa dok? Kecanduan?”
Dokter : “iya, pak. Tubuhnya sudah makin sulit
melawan zat-zat kimia yang masuk ke tubuhnya. Sehingga daya tahan tubuhnya
makin berkurang. Dan kalau anak tersebut tidak menjalani rehabilitasi.
Dikhawatirkan ia akan mengalami over dosis.”
Wali kelas : “tapi, tidak mungkinkan anak itu make
dok!”
Dokter : “tapi kenyataannya memang begitu pak”
(tutup tirai setengah)
(sementara itu, Tika yang mencuri dengar pembicaraan
tersebut, kaget dengan pendengarannya)
Tika : “(menghela napas) jadi,,, Erlin yang taruh
narkoba di tasku? (kaget)
(tutup tirai)
Adegan 16
Di ruangan Erlin.
(Tika tiba-tiba masuk ke ruangan Erlin. Ia ingin
memastikan satu hal. Melihat Erlin masih tertidur, Tika mengambil tas Erlin dan
memeriksanya. Ia tidak menemukan narboka dialamnya. Tapi, ia menemukan diarinya
Erlin. Tika langsung membaca diari itu)
(rekaman suara Erlin membaca diarinya)
Tika : (merasa sedih memahami rasa kesepian Erlin
yang Erlin alami selama ini)
(Erlin terbangun)
Erlin : “(kaget melihat Tika) ko ngapain disini?
(marah) ah, ko sudah tau mi toh kalo saya yang taruh itu narkoba? Ko kaget? Ko
mau marah?”
Tika : “Lin, maaf Lin (menangis)”
Erlin : “(kaget melihat diari yang dipegang Tika)
siapa suruh ko baca? Hah? Pergi ko…pergi (teriak)”
(tutup tirai)
Adegan 17
Keesokan harinya. Di kelas.
Riri : “(mengajukan tangan) pak, jadi Erlin
dinyatakan keluar?”
Wali kelas : “hal itu sedang dibahas”
(mendengar hal tersebut, Tika langsung angkat
bicara)
Tika : “pak, Erlin melakukan hal tersebut karena dia
punya alasan tersendiri. Asal teman-teman sekalian tahu. Walaupun kaya, Erlin
tidak pernah mendapat kasih-sayang dari orang-tuanya. Dia selalu merasa
kesepian. Tapi dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Jadi, saya harap
kalian mau mengerti.”
Riri : “(mulai memahami situasi) ok, kalau begitu
teman-teman sebentar kita jenguk Erlin di rumah sakit. Gimana?”
(yang lain pun mengiyakan, karena merasa kasian sama
Erlin)
Wali kelas : (merasa senang, karena meereka dapat
memahami satu sama lain)
(tutup tirai)
Adegan 18
Di rumah sakit.
Erlin : (sedih) it’s totally complete. Rumah dan
sekolah sama. Tidak ada yang peduli sama saya. Tuhan, sa mohon, ambil mi saya..
sa mohon dengan sangat.”
(tiba-tiba Erlin mendengar suara ribut-ribut dari
luar)
Tika : “Erlin,, (tersenyum) tunggu nah… woi masuk
mi.”
(teman-teman yang lain pun masuk)
Teman-teman : “hai, Erlin”
(mereka bertegur sapa dengan Erlin dan memberi
semangat pada Erlin agar cepat sembuh)
(Erlin merasa bahagia mengetahui bahwa dirinya masih
diperhatikan oleh orang lain)
(tutup tirai)
Adegan 19
Beberapa hari kemudian. Di taman rumah sakit.
Erlin : “makasih ya ,Ti.”
Tika : “untuk?”
Erlin : “untuk semua. Untuk menyadarkan saya, kalau
saya itu berharga, saya tidak sendiri,dan saya tidak perlu takut sendiri,
karena pasti ada yang perhatikan saya.”
Tika : “iya. Tapi ada imbalannya.”
Erlin : “hah? Apa?”
Tika : “gampang kok. Cepat sembuh aja. Sa bosan
belah ke rumah sakit terus. Hehehe (cengingisan)”
Erlin : “siap, bos”
Tahu hal yang paling menyenangkan di dunia ini?
Yaitu, ketika kita tahu bahwa kita tidak akan pernah benar-benar sendiri.
Karena pada kenyataannya, akan selalu ada orang-orang yang memperhatikan kita.
-selesai-