Selasa, 05 Juli 2011

Contoh Autobiografi

AUTOBIOGRAFI
Nama lengkap Rachmad Irman, dalam keluarga dan teman-teman saya biasa di panggil Mamat atau Rahmat. Saya lahir di kendari pada tanngal 01 november 1994 saya merupakan anak pertama dari 3 bersaudara yang terdiri atas 2 laki-laki, adik saya yang pertama bernama Ilham Syawal Irman dan yang berikutnya bernama Rabbil Sukarnas Malid Irman. Orang tua saya bekerja sebagai PNS. Ayah saya bernama Irman dan ibu saya bernama Raamina. Kedua orang tua saya merupakan pendatang di kendari kami aslinya bersuku ereke.
Dari dulu sampai sekarang saya bertempat tinggal di Jl. Prof. Abd. Rauf Tarimana lr. Nuri No B 58. Pada saat saya berusia 4 tahun orang tua saya menyekolahkan saya di Taman Kanak-Kanak Wulele, TK ini tidak terlalu jauh dari rumah saya tapi meskipun begitu tiap kali ketika pergi kesekolah saya selalu diantar oleh kedua orang tua dan pada saya berusia 4 tahun ini;ah adik saya yang pertama dilahirkan.
Setelah bersekolah di TK selama 1 tahun, saya melanjutkan pendidikan saya di SDN 12 Poasia tapi sekarang sekolah itu telah berganti nama menjadi SDN 4 Kendari sewaktu SD Prestasi yang saya miliku tidak begitu baik hal itu berbanding terbalik dengan sepupu saya yang bernama Nila Astuti yang selalu mendapat peringkat pertama. Salah satu kegiatan yang pernah saya ikuti pada waktu SD adalah gerak jalan meskipun sekolah kami tidak mendapat juara saya lumayan bangga. Ketika memasuki kelas V SD ada siswi pindahan baru dari Moramo yang bernama Desty Triyaswati dia adalah sahabatku dari kecil dan juga dia sangat pintar meskipun murid pindahan dia merupakan murid paling pintar dan langsung menduduki peringkat satu. Pada saat saya berusia 10 tahun adik saya yang kedua pun lahir tepatnya pada bulan juni. Setelah 5 tahun 4 bulan akhirnya tiba saatnya untuk menempuh ujian nasional, dengan belajar keras akhirnya saya berhasil lulus tapi dari semua nilai yang saya miliki rata-rata diatas 6 hanya nilai ulangan matematika yang kurang memuaskan yaitu 5.00.
Tamat dari SDN 4 Kendari saya melanjutkan sekolah saya ke SMPN 5 Kendari atas perintah orang tua saya berhubung ibu saya bekerja disana. Bersekolah disana saya diterima di kelas VII D tiap hari saya kesekolah dengan berjalan kaki bersama teman-teman diantaranya yaitu teman saya dari SD yaitu Ahmad Rizaldy Yusrin. Setelah kelas VIII saya masuk ke kelas VIII C ketika kelas delapan saya mengikuti bimbingan belajar sehingga saya dan teman saya selalu dipanggil untuk mengikuti lomba oleh guru-guru di sekolahku. Beberapa lomba yang pernah saya ikuti adalah story telling, Spelling, LCT, dan Olimpiade dari lomba yang pernah saya ikuti tersebut saya hanya mampu menyumbangkan 3 piala bagi sekolah saya yaitu pada lomba LCT tapi mungkin piala yang saya sumbangkan itu bukan merupakan . Ketika naik ke kelas Sembilan saya kembali masuk ke kelas IX C. Setelah beberapa bulan akhirnya kamipun kembali harus mengahadapi ujian nasional. Akhirnya saya kembali dapat menamatkan sekolah saya dengan baik kali ini nilai saya lumayan baik semua terutama nilai ujian matematika saya.
Setelah selesai melanjutkan sekolah tingkat menengah saya kemudian melanjutkan sekolah saya ke tingkat atas. Ketika pendaftaran siswa baru saya di terima di dua sekolah yaitu SMAN 1 Kendari dan SMAN 4 Kendari. Tapi akhirnya pilihan itu saya jatuhkan pada SMAN 4 Kendari saya diterima di SMAN 4 Kendari di kelas X-7 dikelas X-7 saya memiliki teman yang banyak dari berbagai SMP lain di kota kendari missal SMP 4, SMP 1 dan lain-lain, di kelas ini untuk pertama kalinya saya berhasil menduduki peringkat satu pada semester satu dan pada semester dua saya kembali menduduki peringkat pertama tapi mungkin itu hanya sebuah keberuntungan bagi saya. Kemudian setelah setahun bersekolah saya naik ke kelas XI IA 1 dikelas kini saya memiliki teman yang baik diantaranya Ibrahim Fantry, Mangedi Saputra, Nengah Dian, Suhardiman Jaiz dan masih banyak lagi namun prestasi yang saya capai pada kelas ini tidak seperti yang saya capai dikelas X saya hanya menduduki peringkat 15. Sampai sekarang saya masih melanjutkan pendidikan saya disana. Moto hidupku adalah “Berusahalah berdiri dengan kaki dan tangan sendiri tanpa mengharapkan bantuan orang lain selagi kamu masih biasa”.